Selasa, 06 Agustus 2013

Batik dalam Lebaran



Banyumas telah lama dikenal sebagai daerah potensial penghasil batik tulis tradisional di Indonesia disamping Yogyakarta, Surakarta dan Pekalongan. Batik Banyumas memiliki warna khas yaitu hitam dan keemasan. Warna keemasan ini diambil dari nama banyu mas yang berarti air emas.

Beda dengan batik dari Yogyakarta yang latarnya putih. Di Banyumas latarannya akan menjadi lebih kuning karena penggunaan air dari Sungai Serayu yang membuat kain mori yang digunakan lama-kelamaan berwarna kuning. Inilah yang membuat khas dari batik Banyumas.

Lain daerah, lain motif, lain pula maknanya. Batik Banyumas memiliki ada motif Sidolungguh dan Sidoluhur yang merupakan motif sarimbit yang dikenakan sepasang pengantin. Ada motif yang bermakna kesuburan dan ada pula Ayam Pugar yang melambangkan kepahlawanan.

Ada motif khusus yang berasal dari Banyumas yaitu perpaduan antara Solo dan Yogya. Yaitu Parang Gondo Suli yang memiliki arti bunga kecil yang harum baunya. Dan Madu Bronto atau kasih sayang yang semanis madu.

Pengrajin batik Banyumasan membutuhkan sekitar 4 hingga 5 bulan untuk membuat selembar kain batik tulis. Seperti yang dituturkan pengrajin batik banyumas di Batik Mruyung, indahnya corak batik dan saratnya sejarah menjadikan batik Banyumas penuh pesona. Batik Banyumas menjadi sesuatu yang menarik untuk terus dilestarikan, sebagai warisan kain-kain tradisional kebanggaan tanah air.

Keluarga kami merupakan salah satu dari sekian banyak keluarga yang menjadikan kain batik menjadi seragam resmi kami dalam berbagai kesempatan. Terutama batik Banyumasan karena kami asli Banyumasan. Ora kepenak nek ora ngapak. Dan yang paling sering adalah untuk menyambut Lebaran.

Tidak ada pakem khusus yang mewajibkan setiap Lebaran harus ada baju baru. Kami pun tidak setiap Lebaran memakai baju baru. Hanya seperti mulai membudidayakan memakai batik selain setiap hari Jumat tapi juga setiap Lebaran.

Jika selalu membeli baju baru untuk Lebaran makan yang terjadi adalah:
Kancane               : “Kamu sudah tuku klambi bada belum?”
Nyong                   : “Belum, itu tokonya kebek sekali.”
Kancane               : “Bokonge bakule saja gak katon.

Tujuannya, jangan tanya, ya buat eksis dong ^^.. Tujuan formalnya untuk mengeksiskan batik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kain batik memang menjadi pilihan banyak keluarga sebagai seragam spesial untuk acara-acara tertentu. Busana menghadiri perkawinan, silaturahmi dan lain-lain.

Masyarakat dapat memilih kain batik tulis atau batik cap. Motifnya juga beragam. Tergantung selera dan kebutuhan. Diakuinya batik oleh dunia menjadikan kedudukan batik masuk dalam keluarga kain tradisonal Indonesia mumpuni.

Memakai kain batik dalam busana juga tetap ada aturan tidak tertulis layaknya jenis kain lain. Kain batik yang bisa dibilang ‘rame’ oleh motifnya, tidak membutuhkan banyak aksesoris pendukung. Agar tampak serasi, tips dari ibu saya bisa diterapkan:

1.     Untuk yang berkerudung, kenakan kerudung dengan warna senada. Bisa memilih dari salah satu gradasi warna dalam kain batik. Sebisa mungkin kerudung yang dipilih polos atau minim motif.
2.       Pemakaian kerudung juga sebisa mungkin dengan model yang simple, denan tidak menggunakan terlalu banyak bros. Disini kita terapkan, jika bajunya sudah ramai maka bagian lainnya pilih yang simple. Sehingga penampilan lebih chic.
3.       Kenakan aksesoris dengan tema yang sama.
4.       Pertimbangkan agar aksesoris tidak terkesan berlebih. Karena justru membuat gaya terkesan berat. 

Selesai acara, tidak serta merta kain batik langsung dicuci. Apalagi untuk batik tulis. Tidak hanya ibu saya si yang menganjurkan, karena banyak sumber juga yang menganjurkan tips perawatan kain batik berikut. 

1.       Hindari kotoran menempel pada kain batik. Keringat yang berlebih, kotor kena tanah, ketumpahan minyak makanan. Atau yang kotor ketumpahan cat. Saya menyarankan untuk joging memakai baju batik.
2.       Jika dalam suatu keadaan kain batik terpaksa terkena kotoran yang bandel, maka hal pertama yang dilakukan adalah JANGAN PANIK. Tarik nafas dan berusaha tetap tenang.
3.       Bersihkan kotoran yang menempel pada kain batik. Ingat. Hanya pada bagian yang terkena kotoran. Jangan disikat dengan sikat cucian. Ambil SIKAT GIGI BEKAS, sikat perlahan dengan air dan SHAMPO. Kemudian keringkan.
4.       Jika merasa ingin mencuci kain batik maka yang dilakukan adalah tidak merendamnya dalam DETERJEN. Jangan sekali-kali melakukan hal tersebut. Karena warna kain batik tidak akan tahan lama jika sering direndam dengan deterjen. Tidak cuma batik tulis tapi juga untuk batik cap.
5.       Ambil lerak. Jika perlu sediakan lerak di rumah. Rendaman lerak yang biasa digunakan orang jaman dulu untuk mencuci kain tidakakan melunturkan warna asli kain batik. Jika lerak habis atau tidak ada yang jual lerak maka anda bisa gunakan shampo. Kenapa shampo? Karena shampo lebih ringan daripada deterjen. Makanya untuk keramas pakailah shampo bukan deterjen.
6.       Ketika mencuci juga jangan disikat dengan keras. Apalagi dengan sikat cucian. Cukup dikucek dalam rendaman.
7.       Proses pengeringan juga jangan diletakkan pada tempat yang kena sinar matahari langsung. Cukup diangin-anginkan. Istilahnya bisa njepluk jika diletakkan di tempat yang kena sinar matahari langsung.
8.       Setelah kering, jangan menyetrika dengan dalam suhu paling panas. Panas secukupnya untuk melicinkan kain tersebut.
9.       Penyimpanan dengan menggunakan rempah cengkih dan pala untuk menghindari serangga. Sebaiknya hindari kamper karena akan merusak kualitas kain. 

Tips tersebut yang ibu saya lakukan. Dan banyak unsur kesubjektifan disini. Silahkan jika ingin mencoba.
Minal aidzin wal faidzin. Ngapurane ya ^^


Note:
Banyu mas                                         : air emas
Ora kepenak nek ora ngapak            : tidak nyaman jika tidak bicara ngapak (dialek khas Banyumas)
tuku klambi bada                               : beli baju Lebaran
Nyong                                                 : saya
kebek                                                  : penuh
Kancane                                             : teman
Bokonge bakule saja gak katon          : pantatnya tidak kelihatan
njepluk                                               : kusam
ngapurane                                          : maaf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar